Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts
Wednesday, May 25, 2016

Cepatlah Menikah, Maka Hidup Kamu Akan Berkah dan Indah

Cepatlah Menikah, Maka Hidup Kamu Akan Berkah dan Indah
kotabontang.net - Islam adalah agama yang universal. Agama yang mencakup semua sisi kehidupan. Tidak ada suatu masalahpun dalam kehidupan ini yang tidak dijelaskan. Dan tidak ada satupun masalah yang tidak disentuh nilai Islam, walau masalah tersebut nampak kecil dan sepele (ringan). Itulah Islam, agama yang memberi rahmat bagi sekalian alam.

Menikah merupakan jalan yang paling berkah dan paling indah dalam upaya merealisasikan dan menjaga kehormatan. Dengan menikah seseorang bisa terjaga dirinya dari apa yang diharamkan Allah SWT.

Oleh sebab itulah Rasulullah mendorong untuk mempercepat nikah, mempermudah jalan untuknya dan memberantas kendala-kendalanya. Nikah merupakan jalan fitrah yang bisa menuntaskan gejolak biologis dalam diri manusia.

Nikah mengangkat cita-cita luhur yang kemudian dari persilangan syar’i tersebut sepasang suami istri dapat menghasilkan keturunan. Melalui perannya bumi ini menjadi semakin semarak. Pernikahan merupakan persoalan penting dan besar. ‘Aqad nikah (pernikahan) adalah sebagai suatu perjanjian yang kokoh dan suci.

“Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami istri dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat”.
(An-Nisaa’ (4) : 21).

Agama Islam adalah agama fitrah dan manusia diciptakan Allah Ta’ala cocok dengan fitrah ini. Karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh manusia menghadapkan diri ke agama fithrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan. Dengan demikian manusia dapat berjalan di atas fitrahnya tersebut.

”Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah) ; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus ; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Ar-Ruum (30) :30).

Islam telah menjadikan ikatan pernikahan yang sah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang sangat asasi serta sarana untuk membina keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan pernikahan besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama.

Anas bin Malik Ra berkata: “Telah bersabda Rasulullah SAW : Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”.

Anas bin Malik RA berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami membujang dengan larangan yang keras”. Dan beliau bersabda: “Artinya : Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbanggga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat”. (Hadits Riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An-Nur (24): 32).

Rasulullah SAW menguatkan janji Allah itu dengan sabdanya: “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (Hadits Riwayat Ahmad).

Marilah kita berupaya untuk merealisasikan pernikahan secara Islam dan membina rumah tangga yang Islami. Di samping itu wajib bagi kita meninggalkan aturan, tatacara, upacara dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam. Hanya Islam satu-satunya ajaran yang benar dan diridhoi Allah SWT.

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan yang menyejukkan hati kami, dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Al-Furqan ; 25:74 ).

Siapapun Anda dan apapun yang Anda kerjakan, maka hasilnya terserah Allah SWT, karena Dialah Dzat yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk Anda, walau Anda menggap sesuatu itu baik, maka belum tentu dihadapan Allah. Artinya penyerahan diri secara total kepada Allah SWT, adalah keniscayaan. Serahkan hasilnya kepada Allah, pasti Anda mendapat yang terbaik.
Sumber: mediasi.me

Tolong Share... JILBAB yang HARAM di Pakai Seperti ini 'Contohnya'

kotabontang.net - Jilbab seharusnya tidak hanya menjadi gaya-gayaan, namun juga menjadi ajang gaya hidup modern yang sederhana, romantis dan positif(tutup aurat). Namun bagaimana jika jilbabnya seperti ini?

JILBAB yang HARAM di Pakai seperti ini

Jilbab telah menjadi trend masyarakat Indonesia khususnya kaum hawa. Bahkan mereka ada yang rela mengeluarkan isi dompet untuk memperdalam ilmu mempercantik diri dengan jilbab tersebut. Tetapi pertanyaannya, apakah mereka telah mengetahui aturan-aturan berjilbab yang sesungguhnya?Ada beberapa gaya berjilbab yang justru menambah dosa bagi pemakai jilbab tersebut yakni kau hawa.



1. Jilbab ketat

jilbab jilboobDiwajibkannya memakai jilbab bagi Muslimah dengan tujuan agar menutupi kulit serta lekuk tubuh yang menggoda para kaum adam. Namun yang terjadi saat ini, muslimah seakan-akan mengacuhkan ketentuan berjilbab tersebut. Mereka pada dasarnya memang berjilbab, namun tidak sesuai dengan aturannya karena lekuk tubuh mereka masih sangat nampak. Bahkan sebagian dari muslimah tersebut berjilbab hanya untuk menonjolkan lekuk tubuh mereka. Hal seperti inilah yang menambah dosa mereka.

2. Jilbab yang mirip pakaian lelaki

jilboobs1Celana jeans dan kaos lengan panjang pada dasarnya pakaian yang biasa dipakai oleh laki-laki. Namun, muslimah saat ini seakan tidak tahu dengan hal tersebut. Walaupun mereka memakai kerudung, namun kerudung yang mereka pakai tidak menutupi lekuk tubuh seperti dada
dan punggungnya, terlebih lagi dipadu dengan pakaian kaos lengan panjang serta celana jeans, akhirnya tubuh mereka yang harusnya tertutup dan tidak nampak lekukannya, malah semakin menonjol kemana-mana.Jilbab dengan bahan tipis bahkan transparan

Memakai jilbab dengan bahan tipis alias transparan memang terlihat modis. Dan bahan ini sangat cocok bagi para muslimah yang berada di daerah yang panas. Namun, jilbab dengan bahan inilah yang justru membuat dosa dan tidak diperbolehkan oleh agama. Rosulullah SAW menyebut hal seperti ini dengan sebutan “berpakaian tapi tellaanjangg”.

3. Jilbab yang menyerupai wanita selain muslimah

Jaman memang sudah berkembang, begitu juga dengan model-model berbusana. Tetapi tidak berlaku bagi aturan agama, terutama tentang berjilbab. Para muslimah hendaknya benar-benar mengetahui bagaimana tata cara berjilbab yang benar. Agar yang dilakukan oleh mereka tidak sia-sia bahkan hanya menghasilkan dosa bukan pahala. Sebagai contoh, berkerudung namun pa…hanya masih jelas terlihat, berjilbab namun da..da tetap dipamerkan. Dengan demikian, berjilbab justru membuat mereka semakin berdosa saja.

Jadi, sebaiknya nih sahabat betul-betul harus tahu bagaimana dan seperti apa berjilbab dan menjadi muslimah yang baik tersebut.

===============
Mau tambahan pahala? SHARE Info ini.

HEBAT.site

Alhamdulillah...Mahkamah Agung Jerman Membolehkan Hijab Di Sekolah-Sekolah 'Share ya'

kotabontang.net - MashaAllah Air mata Kebahagiaan seorang gadis Muslim di Jerman setelah Mahkamah agung di Karlsruhe membolehkan memakai hijab di sekolah-sekolah.
Karlsruhe adalah sebuah kota di Jerman. Karlsruhe terletak di Jerman Selatan, tepatnya negara bagian Baden-Württemberg yang berbatasan langsung dengan negara Perancis dan Swiss. 
Karlsruhe merupakan kota kedudukan Mahkamah Agung dan Pengadilan Tertinggi Jerman dan oleh sebab itu, Karlsruhe dikenal juga sebagai Kota Hukum di Jerman. Jarak Karlsruhe dari Stuttgart, ibu kota provinsi Baden-Württemberg, berkisar 80 km dan dari Mannheim sekitar 60 km.
Sudah sejak dahulu, Karlsruhe terkenal sebagai daerah inovasi di Jerman. Banyak orang terkenal dan penemu besar tinggal di sini
Mahkamah Agung Karlsruhe Memutuskan Membolehkan Wanita Muslim Memakai Jilbab Di Sekolah-Sekolah.
Mendengar Berita ini Gadis ini Menangis Haru Gembira, Bahwa Mahkamah Agung Karlsruhe Membolehkan Wanita Muslim Mengenakan Jilbab Di Sekolah-Sekolah.
Hanya orang yang tahu betapa sukarnya untuk mempertahankan aurat dapat merasa manisnya apabila dapat mempertahankan aurat mereka.. Ini juga merupakan jihad.
Semoga Allah SWT memudahkan segala urusannya dan urusan seluruh muslimin dan muslimat, insan-insan yang baik di muka bumi.
Dan Ya Allah..
Kuatkanlah saudara-saudara kami di mana juga mereka berada.
Aamiin.

Sopir yang salat di bak truknya ini bikin haru netizen, salut! 'Share yaa'

kotabontang.net - Pekerjaan kerap kali menjadi alasan banyak orang meninggalkan kewajiban kepada Tuhannya. Namun apa yang diperlihatkan seorang sopir truk angkut ini nampaknya patut untuk ditiru. Meski pekerjaannya tidak duduk di ruang kantor yang ber-AC, pria ini tak berdalih untuk meninggalkan salat.
Andi Budi, yang melihat pemandangan tersebut mengabadikannya dan mengunggah di akun media sosialnya pada Selasa (16/2). Ia meyakini selama ada niat dan tekad yang kuat, selalu ada cara untuk tetap dekat dengan Yang Maha Kuasa. 
"Luar biasa Bapak ini, saya sangat salut," tutur Andi dikutip brilio.net dari akun media sosialnya, Jumat (19/2).
Foto yang diunggahnya langsung mendapat banyak pujian dari netizen. Kebanyakan dari mereka salut pada sosok pria tersebut karena memang tidak banyak yang seperti itu. 
"Sopo sing ngomong sopir ngaso mampire mendem madon, ora kabeh (siapa yang bilang sopir jika istirahat untuk mabuk dan main perempuan? Tidak semua seperti itu)," kata akun Rudi Pradana.
"Di saat kebanyakan supir mampir ke warung enggak jelas di pinggir jalan. Sopir ini beribadah di tempat dia mencari nafkah. Subhanallah," ujar akun Apriliana Sari sembari membagikan foto tersebut.
Salut buat Bapak! Semoga tetap dilapangkan rezekinya.
Brilio.net

Singkirkan TV Dari Rumah, Alhamdulillah Ibu Ini Sukses Didik 10 Anaknya Hafal Al-Qur'an 'Share yaa'

kotabontang.net - Siapa yang tak ingin memiliki anak yang hafal alquran? Tampaknya semua orangtua yang beragama Islam memiliki cita-cita tersebut. Namun hal tersebut memang tidak mudah, butuh kesabaran yang amat tinggi dan konsistensi untuk waktu yang lama. Namun itulah yang dilakukan Wirianingsih beserta suaminya Mutammimul Ula, mereka berdua mendidik dari kecil anak-anaknya untuk dekat dengan alquran.

Wanita kelahiran Jakarta, 11 September 1962 ini, selain sebagai ibu rumah tangga, juga seorang dosen. Dengan ketekunan dan kesabarannya, Wirianingsih diberikan kemudahan membuat 10 anaknya hafal alquran. Siapa saja ke 10 anak tersebut? Dikutip dari 10 Bersaudara Bintang alquran yang ditulis Izzatul Jannah dan Irfan Hidayatullah kesepuluh anak tersebut ialah:



Anak pertama, Afzalurahman Assalam yang hafal alquran pada usia 13 tahun. Faris Jihady Hanifah sebagai putra kedua yang hafal alquran pada usia 10 tahun. Adapun Maryam Qonitat anak ketiga hafal alquran sejak usia 16 tahun. Selanjutnya Scientia Afifah Taibah anak keempat yang hafal 29 juz sejak SMA. Sedangkan anak kelima ialah Ahmad Rasikh 'Ilmi yang hafal 15 juz alquran saat duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan.

Selanjutnya anak keenam, Ismail Ghulam Halim yang hafal 13 juz dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Anak ketujuh yaitu Yusuf Zaim Hakim ia hafal 9 juz alquran dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor.

Kemudian Muhammad Syaihul Basyir, putra kedelapan, dulunya ia duduk di MTs Darul Quran, Bogor. Ia sudah hafal alquran 30 juz pada saat kelas 6 SD. Dua anak terakhir yaitu, Hadi Sabila Rosyad, dulunya ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz alquran dan Himmaty Muyassarah sebagai putri terakhir ia hafal 2 juz alquran pada saat duduk di SD.

foto: Wirianingsih (atas) beserta suaminya (bawah)

Wirianingsih
suaminya
Lalu apa sebenarnya metode yang Wirianingsih terapkan dalam mendidik anak-anaknya? Kuncinya adalah keseimbangan dan kesinambungan proses. Meski kedua orangtuanya sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas maghrib jadwal mereka adalah berinteraksi dengan alquran dan tidak boleh ada agenda lain, kecuali benar-benar sesuatu yang tak bisa ditinggalkan.

Bahkan demi menjaga tradisi tersebut, Wirianingsih rela menyingkirkan televisi dari rumahnya dan tidak ada perkataan kotor di lingkungan keluarga serta masyarakat. "Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang alquran adalah visi dan konsep yang jelas," ujar Izzatul dalam bukunya.

Demi memenuhi keinginannya memiliki anak yang hafal alquran, Wirianingsih beserta suami sepakat jika usai subuh dan maghrib dijadikan waktu khusus untuk alquran yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih balita, Wirianingsih pun konsisten membaca alquran di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya.

"Ketiga, mengomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun awalnya merasa terpaksa, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal alquran sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal alquran, mereka diberi hadiah. Barangkali semacam reward atas pencapaian mereka. Mengenai punishment tidak dijelaskan secara rinci," imbuh Izzatul dalam bukunya yang diterbitkan Sygma Publishing pada Januari 2010 itu.

Nah, setelah membaca kisah ini, kamu tertarik untuk mendidik anak seperti yang dilakukan Wirianingsih dan suaminya? Memang bukan hal mudah, namun itu jelas bukan hal mustahilkan?

Brilio.net
Monday, February 29, 2016

Sudah Rutin Shalat Dhuha Tapi Masih Seret Rezkinya , Silahkan Baca Beberapa Alasannya Disini

kotabontang.net - Anda mungkin sudah tahu bahwa salah satu amalan pembuka pintu rezeki adalah dengan merutinkan shalat dhuha. Shalat dhuha adalah shalat rezeki.

Bagi anda yang belum mempraktekkannya barangkali masih belum yakin kekuatan energi dari shalat dhuha. Namun bagi mereka yang sudah rutin mengamalkannya bisa berkata bahwa shalat dhuha memang memperlancar rezeki, menolak kemiskinan dan memudahkan urusan.

Bukan bermaksud riya atau ujub diri tapi saya berani menuliskannya di sini karena saya pun mengamalkannya sebagai salah satu ibadah rutin setiap hari kecuali jika saya dapat dispensasi karena kedatangan "tamu bulanan" atau sakit. Sebagai manusia biasa yang imannya naik turun kadang saya juga lupa melaksanakannya karena kesibukan dunia melenakan saya, tapi sedapat mungkin saya berusaha untuk mengerjakannya.

Meskipun tidak kaya, dalam artian harta berlimpah tapi alhmadulillah kami selalu cukup dan tak pernah merasa kekurangan. Urusan pun senantiasa dimudahkan dan rezeki datang dari mana saja bahkan dari arah yang tak disangka-sangka. Rahasia di balik shalat dhuha memang luar biasa.
Tapi banyak juga orang yang merutinkan dhuha tapi rezekinya tetap saja macet, apa ada yang salah?

Menarik rezeki tak cukup hanya dengan sekedar dhuha.

# 1. MULAI DENGAN NIAT YANG BENAR.
Rezeki adalah sebuah misteri besar yang siapapun tak dapat mengetahuinya. Yang patut digaris bawahi bahwa rezeki adalah hak prerogatif Allah, diberikan pada siapapun yang dikehendakiNya. Banyak amalan untuk memperlancar rezeki (baca : 55 cara membuka pintu rezeki). Tapi amalan itu harus dimulai dengan niat yang benar. Jangan melakukan amalan karena niatnya ingin rezeki. Berniatlah melakukannya karena Allah, rezeki yang datang selanjutnya adalah bonus. (baca : bolehkah niat beramal karena ingin dapat rezeki?)
Kesalahan pertama adalah niat yang sudah melenceng. Berniatlah selalu karena Allah dan untuk mendapatkan keridhaanNya.

# 2. LANJUT DENGAN PRASANGKA BAIK.
Setelah meluruskan niat, lanjutkan dengan berprasangka baik padaNya. Dengan berprasangka baik maka kita memiliki harapan bahwa Allah akan mempermudah urusan dan memperlancar rezeki kita hari ini. Bukankah Allah sesuai persangkaan hambaNya?
Setelah shalat subuh jangan tidur lagi / bermalas-malasan. Namun dengan semangat tinggi dan harapan baik untuk mengupayakan ikhtiar. Manakala matahari bergerak naik sepenggalan, segera ambil air wudhu dan sempatkan untuk shalat dhuha.
Mulailah ikhtiar / pekerjaan hari itu dengan prasangka (harapan) baik pada Allah bahwa rezeki akan dibukakanNya. Langkah menuju kesuksesan diawali dengan keadaan lahiriah dan batiniah yang bersih. Dengan demikian pikiran menjadi jernih dan dibukakan jalan / solusi memperoleh rezeki hari itu.

#3. SERTAI DENGAN TAUBAT
Terkait dengan dhuha Rasulullah SAW mengingatkan,
Shalat dhuha itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan dan tidak ada yang memelihara shalat kecuali hanya orang-orang yang bertaubat. (H.R. Tirmidzi)

Jadi shalat dhuha harus dilaksanakan secara istiqamah dan digandengkan dengan taubat. Mengapa taubat? Ibarat seseorang yang ingin melihat bayangan yang jelas pada cermin, maka dia harus membersihkan cermin itu dari segala macam kotoran dan debu. Begitu pula jika ingin merasakan pencerahan hati dan ide-ide cemerlang dalam meraih rezeki, perlulah membersihkan debu yang menempel pada hati. Caranya dengan bertaubat.

Karena itu untuk menjemput rezeki Allah lakukan taubat dan beristighfar (baca : keutamaan istighfar kaitannya dengan rezeki). Jika kita merasa melakukan banyak kesalahan (yang sudah pasti, karena kita manusia yang bisa khilaf) segeralah mohon ampun pada Allah. Kemudian kembali pada Allah, lakukan perintahNya dan jauhi yang dilarangNya. Lakukan dengan ikhlas hati tanpa merasa terpaksa. Istighfar harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, menghadirkan kesadaran yang tinggi dari lubuk hati yang terdalam. Merasa menyesali semua sikap buruk kepada Sang Pemilik Rezeki.

Karena itu istighfar belum dianggap memenuhi syarat jika hanya dilakukan secara lisan saja. Meskipun kita membaca istighfar sampai ribuan kali setiap harinya tidak ada artinya bagi Allah jika tidak disertai sikap dan tindakan.

Mula-mula taubat harus (1) dimulai dengan niat di dalam hati. Untuk menetapkan kesungguhan dan kemantapan hati, (2) perlu dilahirkan secara lisan. Kemudian (3) berjanji tidak mengulangi perbuatan buruk itu, menyesal sepenuhnya kemudian (4) memperbaiki perilaku. Lakukan setiap selesai shalat dhuha.

Orang yang enggan bersitighar (bertaubat) akan mengalami kesulitan dalam menjalani hidup termasuk menjemput rezeki Allah SWT. Walau pada kenyataannya kita melihat banyak pendosa yang rezekinya justru makin lancar, itu hanya cara memandang kita yang keliru (baca : ahli maksiat tapi kok rezekinya makin lancar?). Sesungguhnya rezeki yang tampaknya melimpah itu menyimpan kemudharatan-kemudharatan. Masuklah dalam kehidupan mereka tentu kita akan tahu meskipun kelihatan hartanya melimpah tapi jiwanya menderita. Tak sedikit orang kaya tapi terkena penyakit yang mematikan (tak kunjung sembuh), atau memiliki banyak masalah yang membuatnya tak nyenyak tidur.
Mereka inilah yang sejatinya menjauh dari Allah. Taubatlah obatnya, peluang untuk merebut rahmat Allah.

Jika Allah menerima taubat kita tentu Dia akan memberi rahmatNya (kasih sayangNya). Jika Allah mengasihi maka bukan hal yang sulit bagiNya mengabulkan keinginan kita.
Maka aku katakan kepada mereka, "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (Q.S.Nuh : 10-12).

KESIMPULAN
Apakah anda sudah memahami mengapa rezeki anda masih macet padahal merasa sudah mengamalkan amalan pembuka rezeki termasuk diantaranya shalat dhuha?
Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Mulailah hari ini dengan meluruskan niat saat melakukan ibadah, murni karena Allah taala, kemudian jangan lupa berprasangka baik padaNya dan beristighfar atau bertaubatlah setiap hari.
Mudah-mudahan upaya kita diperhitungkan Allah, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat nanti. Amin..
Wallahu alam.
Sunday, February 28, 2016

Tidak Cinta, Bukan Berarti Harus Cerai, Sebuah Renungan..

kotabontang.net - LELAKI itu benar-benar sudah mengambil keputusan. Ia akan menceraikan istrinya, sebab tidak ada cinta sama sekali untuk perempuan yang dinikahinya. Pernikahannya terjadi karena musibah, awalnya dirinya berencana menikah dengan kekasihnya. Namun, satu hari menjelang pernikahan tiba-tiba kekasihnya menghilang.
Tidak Cinta, Bukan Berarti Harus Cerai
Saat didatangi ke rumah, orang tuanya justru berkata, “Seharusnya anakku meninggalkanmu sejak dahulu, karena sejak awal kami tidak merestui hubungan kalian. Kami menyetujui kalian menikah karena terpaksa, tetapi akhirnya anakku sadar hidup denganmu yang hanya berpenghasilan kecil hanya akan membuatnya susah.”
Betapa terkejutnya lelaki itu saat mendengar paparan orang tua kekasihnya. Memang sebagai guru honorer gajinya sangat jauh dari kata cukup, namun dirinya yakin bisa bertanggungjawab memberi nafkah pada keluarga dengan cara mencari tambahan penghasilan dari pekerjaan lain.
Untuk menutupi rasa malu sekaligus menjaga martabat keluarga, lelaki itu dinikahkan dengan perempuan lain. Pernikahan terlaksana, namun seminggu setelah pernikahan kekasihnya muncul kembali di hadapannya.
“Maaf, Mas. Aku tidak datang dalam acara pernikahan kita, aku terhasut ucapan orang tuaku yang mengatakan hidupku akan susah apabila nekad menikah denganmu. Masa depan rumah tangga suram karena pendapatanmu belum seberapa, tetapi seminggu ini diriku merenung dan aku tak bisa melupakanmu. Itu sudah lebih dari cukup menjadi alasan mengapa diriku mesti berada di sisimu.”
“Tetapi diriku sudah menikah, dirimu juga tahu itu. Lagipula bagaimana dengan orang tuamu, meski dirimu mencintaiku namun bila mereka tidak merestui akan sama saja.”
“Ceraikan istrimu, Mas. Masalah orang tuaku, biarlah aku yang mengurusnya. Bila perlu akan kuancam kalau tidak disetujui menikah denganmu, aku akan kabur dari rumah.”
Perbincangan dengan kekasihnya itulah yang membuatnya semakin bertekad menceraikan istrinya. Lagipula untuk apa mempertahankan rumah tangga apabila tidak dilandasi dengan cinta. Lelaki itu sengaja mengunjungi ibu dan ayahnya tanpa membawa istri, dengan tujuan membicarakan niatnya menceraikan perempuan yang baru seminggu dinikahinya.
“Apa? Dirimu mau menceraikan istrimu? Atas dasar apa mau menceraikannya?”
“Aku tidak mencintainya, Bu. Bukankah salah satu alasan diperbolehkan menceraikan istri karena tidak ada kecocokan antara suami-istri, sehingga tidak ada cinta di antara keduanya? Aku merasa tidak cocok dengan istriku, karena tidak mencintainya.”
“Ibu rasa itu bukan alasan utama, katakan saja apa ada alasan lain.”
“Kekasihku datang menemuiku, dia bersedia menikah denganku karena itu dirinya memintaku menceraikan istriku.”
“Begitu rupanya, lalu apa lagi yang dikatakannya?”
“Dia terhasut ucapan orang tuanya yang mengatakan hidupnya akan susah apabila nekad menikah denganku, karena itu dia kabur menjelang pernikahan. Tetapi ternyata dia tidak bisa melupakanku, kemudian kembali. Bahkan dia menggaransi akan kabur dari rumah apabila niatnya menikah denganku dihalangi kedua orang tuanya, itu karena rasa cinta begitu besar kepadaku.”
Ibunya menggeleng-gelengkan kepala. Kemudian terdengar beristighfar berkali-kali.
“Putraku, memang benar salah satu alasan diperbolehkan menceraikan istri karena tidak ada kecocokan antara suami-istri sehingga tidak ada cinta di antara ke duanya. Masalahnya apakah istrimu tidak mencintaimu? Ketika sudah menikah ada kesalingan, jangan-jangan hanya dirimu yang tidak memiliki cinta kepada istrimu.”
“Bagaimana mungkin istriku mencintaiku, sedangkan kami menikah karena dijodohkan.”
“Istrimu mencintaimu, maka dirinya mau menikah denganmu. Selama ini ibu tahu kalau dia menyukaimu, sebab orang tuanya pernah mendengar saat sholat malam sebelum menjadi istrimu, dia berdoa agar bisa menerima kenyataan kalau dirimu akan menikah meski dia selalu menyebutmu setiap malam dalam doanya semoga berjodoh denganmu. Ketahuilah, bisa jadi dirimu tidak berjodoh dengan orang yang dirimu cintai, sebab orang itu tidak pernah berdoa dengan tekun agar berjodoh denganmu.”
Lelaki itu terdiam. Benar juga, bagaimana kalau ternyata perempuan yang dinikahinya mencintai dirinya? Tetapi bukankah cinta sepihak saja tidak cukup kuat untuk sebuah ikatan rumah tangga?
“Putraku, penting untuk dirimu ketahui. Syarat menceraikan istri bukan semata cinta atau tak cinta. Syarat yang mesti dipenuhi antara lain, istri berakhlak jelek, istri tidak taat lagi kepada suaminya dalam hal-hal yang baik, istri tidak mampu melakukan kewajibannya, istri melakukan kemaksiatan atau dosa besar yang menyebabkan rumah tangga mengalami keadaan yang jelek. Apakah syarat-syarat itu terpenuhi?”
Lelaki itu tak mampu menjawab pertanyaan ibunya. Barulah saat ibunya mengulang pertanyaan agar menjawab, lelaki itu pun menjawab.
“Tidak terpenuhi, Bu. Istriku berakhlak baik, meski aku tidak belum mau menemaninya tidur dia tetap memuliakanku sebagai suami. Saat diriku marah karena dengan berbagai alasan, dirinya tetap sabar.”
“Dengan demikian, gugurlah alasanmu yang berniat menceraikannya. Hal lain yang mesti dirimu pahami, kalau disuruh memilih antara ayah atau ibu dirimu pilih siapa?”
“Tentu saja pilih keduanya, Bu. Ibu dan ayah itu orang tuaku, tidak dapat terpisahkan satu sama lain.”
“Kalau begitu mengapa dirimu mau memilih seseorang yang telah meninggalkanmu daripada seseorang yang sudah Allah takdirkan menyatu denganmu dalam ikatan pernikahan?”
Tak ada kata terucap. Justru saat mendengar apa yang disampaikan ibunya, lelaki itu tertunduk.

“Kalau orang tua tidak mengakui anaknya kira-kira bagaimana perasaan sang anak? Pasti menyakitkan, tadi dirimu katakan apabila orang tua kekasihmu tetap tidak merestui hubungan kalian, dia akan kabur dari rumah. Itu sama saja tidak mengakui kedua orang tuanya sendiri. Apakah perempuan seperti itu baik untuk dijadikan istri?”
Lelaki itu kian menundukkan kepala. Tak berani sedikitpun menatap mata ibunya karena khawatir akan ketahuan apabila saat ini air matanya mulai menetes.
“Di luar sana, banyak laki-laki dan perempuan yang dibutakan cinta. Rela tidak mengakui orang tuanya hanya demi nafsu mempersatukan birahi atas nama cinta, padahal orang tua tidak merestui pasti disebabkan alasan yang logis. Orang tua kekasihmu tidak merestui hubungan kalian sebab melihat anak perempuannya sudah terbiasa hidup mewah, jadi tak tega kalau seandainya menikah denganmu yang hanya berprofesi sebagai guru honorer dengan penghasilan pas-pasan. Khawatir hidup anaknya menderita. Apakah pemikiran orang tuanya salah?”
Dengan menguatkan hati, lelaki itu mencoba menegakkan kepala dan melihat ke arah ibunya.
“Jadi, apa yang harus kulakukan, Bu? Aku tidak mencintai istriku, bagaimana mungkin membangun rumah tangga tanpa cinta?”
“Jangan katakan tidak, tetapi katakan belum. Jujur saja, dari awal ibu dan ayah melarangmu pacaran. Khawatir saat tidak berjodoh dirimu akan menjadi pesakitan cinta yang sukar disembuhkan. Kekhawatiran kami terbukti, kini belajarlah menerima kenyataan bahwa apa yang terbaik menurutmu belum tentu yang terbaik menurut kehendak Allah. Belajarlah mencintai istrimu lebih tekun, sebab sebelum menikah denganmu istrimu belajar dengan tekun mencintaimu lewat doa-doanya agar berjodoh denganmu, Allah mengabulkan doanya. Kini saatnya dirimu berdoa dan bekerja untuk mencintai istrimu hanya karena Allah.” [AS/sebarkanlah.org].

Arief Siddiq Razaan, Kafe Pustaka-03 Desember 2015

Solusi saat Istri tidak mau dipoligami


kotabontang.net - Solusi saat Istri tidak mau di poligami

Assalamualaikun Wr.Wb.
Saya telah menikah dan dikaruniai 2 orang putri. Belakangan saya menikah kembali secara Siri (agama), pernikahan ini telah diketahui istri pertama saya. Awalnya dia setuju, tetapi selang 1 minggu istri pertama saya meminta cerai, tetapi saya tidak ingin bercerai.
Pertanyaan saya, apakah jika istri saya mengajukan perceraian dimana saya tidak ingin menceraikannya, istri dapat pergi begitu saja kerumah orang tuanya? Atau mengajukan gugatan perceraian ke Pengadilan Agama, apakah Pengadilan Agama dapat mengabulkan gugatannya?
Mohon Saran dan nasehat apa yang mesti saya lakukan, saya tidak ingin ada perceraian.
Terima Kasih
Wasalam Wr. Wb.
Ariswa***@gmail.com



Jawaban:
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Semoga rahmat dan inayah Allah subhanahuwata'ala senantiasa tercurah selalu bagi kita semua. Amin
Berkenaan dengan permasalahan anda, kami sebelumnya belum mengetahui apa motif bapak untuk menikah lagi (poligami). Meskipun syariat telah membenarkan bagi kaum pria untuk menikah lagi, tentu ada ketentuan-ketentuan yang patut dipatuhi dan dijalani. Bukan hanya karena mendapatkan kemudahan untuk menikah, namun akhirnya hak dan kewajiban yang semakin besar dan berat dikesampingkan begitu saja.

Namun kami yakin, semoga niat dan tujuan anda dalam berpoligami, bukan hanya tuntutan ego ataupun nafsu semata, namun selain itu juga dibarengi dengan niatan untuk membina rumah tangga yang sakinah (tenang dan tentram) mawadah (penuh cinta dan kasih sayang) wa rahmah (dan penuh rahmat dan ridho Allah subhanahuwata'ala).

Sebagai seorang suami, anda harus mengetahui alasan dan sebab yang terjadi dari penolakan sepihak dari istri pertama anda, jikalah karena kecemburuan, maka kami katakan itu adalah wajar, sebab naluri sebagai seorang wanita memang diciptakan demikian, maka jika memang karena hal tersebut, anda harus bisa meyakinkan kepada istri pertama anda dalam pembagian hak dan kewajibannya. yang termasuk pembagian disini meliputi, pembagian jatah menginap (mabit) nafkah lahir (berupa kebutuhan primer), begitu juga dalam pembagian nafkah batin. sedangkan pembagian rasa cinta, maka hal yang demikian dimaklumi dalam syariat.

Dan seorang istri, memang tidak mendapatkan hak talak (cerai), sebab kalimat talak hanya dimiliki seorang suami. akan tetapi seorang istri punya hak menggugat cerai, dalam istrilah fiqihnya khuluk. dan hal tersebut telah disahkan dalam syariat dengan berbagai alasan dan sebabnya.

Silahkan baca artikel kami tentang perkara-perkara yang dibolehkan bagi seorang istri untuk meminta cerai:

Salah satu sebab yang dibolehkannya seorang istri untuk meminta cerai adalah, karena terdholimi oleh suami, terdholimi disini bisa karena tidak diberi nafkah, diacuhkan, tidak diperhatikan lagi, dihilangkan hak-haknya sebagai seorang istri dll. Dan jika ini adalah alasan penolakan dari istri anda, maka saran kami segeralah anda berlindung dan bertaubat kepada Allah subhanahuwata'ala. sebab Rasulullah Shallallahu'laihi wasallam telah mengabarkan kepada kita tentang keberadaan orang yang tidak adil kepada istri-istrinya, kelak diakhirat dia akan mendapatkan bahwa sebagian tubuhnya akan miring.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda,
مَنْ كَانَ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ
“Siapa saja orangnya yang memiliki dua istri lalu lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.”

Takhrij Hadits Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2133), an-Nasa’i (2/157), Tirmidzi (1/213), ad-Darimi (2/143), Ibnu Majah (1969), Ibnu Abi Syaibah (2/66/7), Ibnul Jarud (no. 722), Ibnu Hibban (no. 1307), al-Hakim (2/186), al-Baihaqi (7/297), ath-Thayalisi (no. 2454), dan Ahmad (2/347, 471) melalui jalur Hammam bin Yahya, dari Qatadah, dari an-Nadhr bin Anas, dari Basyir bin Nuhaik, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma.

Di dalam Sunan at-Tirmidzi, hadits di atas diriwayatkan dengan lafadz,
إِذَا كَانَ عِنْدَ الرَّجُلِ امْرَأَتَانِ فَلَمْ يَعْدِلْ بَيْنَهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ سَاقِطٌ
“Apabila seorang laki-laki memiliki dua istri namun tidak berlaku adil di antara keduanya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.”

Asy-Syaikh al-Albani mengatakan, “Al-Hakim menghukumi hadits ini sahih berdasarkan syarat asy-Syaikhain (al-Bukhari & Muslim). Adz-Dzahabi dan Ibnu Daqiqil ‘Ied sepakat dengan al-Hakim, sebagaimana dinukilkan oleh al-Hafizh dalam at-Talkhis (3/201) dan beliau pun menyepakatinya.

Sampai disini anda bisa menyimpulkan sendiri. Jikalah alasan dari istri anda hanya karena cemburu semata, maka dia tidak berhak untuk mengajukan cerai, dan pastinya Pengadilan Agama juga tidak bisa mengabulkan gugatannya, kecuali jika istri anda mendapatkan beberapa alasan dan sebab dari dibolehkannya dia menggugat cerai anda.

Dijawab oleh: Ust Abu Syauqie Al Mujaddid (Dewan Pembina Solusi Islam)
Artikel: www.solusiislam.com

Inilah sebab dan alasan wanita dibolehkan minta cerai

kotabontang.net - Sebab dan alasan wanita dibolehkan minta cerai

Sesungguhnya tujuan utama dalam pernikahan adalah terbentuknya keluarga yang sakinah, mawadah dan rahmah seperti yang telah diterangkan Allah dalam al Quran Surat Ar Rum 21. Akan tetapi dalam beberapa kondisi dan keadaan, Islam juga telah memberikan solusi dan jalan bagi mereka yang tidak mampu menemukan kebahagiaan dalam berumah tangga dengan cara yang dihalal meskipun hal tersebut dibenci, yaitu cerai. Dalam istilah fiqihnya talak (khusus untuk pihak suami) dan khuluk (bagi sang istri)


Para ulama telah menyebutkan perkara-perkara yang membolehkan seorang wanita meminta khulu' (pisah) dari suaminya.

Diantara perkara-perkara yang membolehkan sang istri untuk menggugat cerai tersebut adalah :

1. Apabila suami dengan sengaja dan jelas dalam perbuatan dan tingkah lakunya telah membenci istrinya, namun suami tersebut sengaja tidak mau menceraikan istrinya.

2. Perangai atau sikap seorang suami yang suka mendholimi istrinya, contohnya suami suka menghina istrinya, suka menganiaya, mencaci maki dengan perkataan yang kotor.

3. Seorang suami yang tidak menjalankan kewajiban agamanya, seperti contoh seorang suami yang gemar berbuat dosa, suka minum bir (khomr), suka berjudi, suka berzina (selingkuh), suka meninggalkan shalat, dan seterusnya

4. Seorang suami yang tidak melaksanakan hak ataupun kewajibannya terhadap sang istri. Seperti contoh sang suami tidak mau memberikan nafkah kepada istrinya, tidak mau membelikan kebutuhan (primer) istrinya seperti pakaian, makan dll padahal sang suami mampu untuk membelikannya.

5. Seorang suami yang tidak mampu menggauli istrinya dengan baik, seperti seorang suami yang cacat, tidak mampu memberikan nafkah batin (jimak), atau jika dia seorang yang berpoligami dia tidak adil terhadap istri-istrinya dalam mabit (jatah menginap), atau tidak mau, jarang, enggan untuk memenuhi hasrat seorang istri karena lebih suka kepada yang lainnya.

6. Hilangnya kabar tentang keberadaan sang sang suami, apakah sang suami sudah meninggal atau masih hidup, dan terputusnya kabar tersebut sudah berjalan selama beberapa tahun. Dalam salah satu riwayat dari Umar Radhiyallahu’anhu, kurang lebih 4 tahun.

ما روي عن عمر رضي الله عنه ، أنه جاءته امرأة فقد زوجها ، فقال: تربصي أربع سنين ، ففعلت ، ثم أتته فقال : تربصي أربعة أشهر وعشراً ، ففعلت ، ثم أتته فقال : أين ولي هذا الرجل؟ فجاؤوا به ، فقال: طلقها ، ففعل ، فقال عمر: تزوجي من شئت . رواه الأثرم والجوزجاني والدارقطني

Diriwayatkan dari Umar Ra bahwasanya telah datang seorang wanita kepadanya yang kehilangan kabar tentang keberadaan suaminya. Lantas Umar berkata: tunggulah selama empat tahun, dan wanita tersebut melakukannya. Kemudian datang lagi (setelah empat tahun). Umar berkata: tunggulah (masa idah) selama empat bulan sepuluh hari. Kemudian wanita tersebut melakukannya. Dan saat datang kembali, Umar berkata: siapakah wali dari lelaki (suami) perempuan ini? kemudian mereka mendatangkan wali tersebut dan Umar berkata: “ceraikanlah dia”, lalu diceraikannya. Lantas Umar berkata kepada wanita tersebut: “Menikahlah (lagi) dengan laki-laki yang kamu kehendaki”.

7. Jika sang istri membenci suaminya bukan karena akhlak yang buruk, dan juga bukan karena agama suami yang buruk. Akan tetapi sang istri tidak bisa mencintai sang suami karena kekurangan pada jasadnya, seperti cacat, atau suami yang buruk rupa. Dan sang wanita khawatir tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai istri sehingga tidak bisa menunaikan hak-hak suaminya dengan baik.

"Bahwasanya istri Tsaabit bin Qois mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, suamiku Tsaabit bin Qois tidaklah aku mencela akhlaknya dan tidak pula agamanya, akan tetapi aku takut berbuat kekufuran dalam Islam". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Apakah engkau (bersedia) mengembalikan kebunnya (yang ia berikan sebagai maharmu-pen)?". Maka ia berkata, "Iya". Rasulullah pun berkata kepada Tsaabit, "Terimalah kembali kebun tersebut dan ceraikanlah ia !" (HR Al-Bukhari no 5373)

Oleh Ust. Abu Syauqie Al Mujaddid. (Dewan Pembina www.solusiislam.com)

Referensi:
1. Roudhotut Toolibiin 7/374,
2. Fatwa Syaikh Ibn Jibrin rahimahullah di http://islamqa.info/ar/ref/1859)
3. http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=37112

Apakah dosa Zina diampuni?

kotabontang.net - Apakah dosa Zina diampuni?

Assalamu’alaikum ustadz, saya ingin bertanya:

1. Apakah dosa berzina itu diampuni?
2. Apakah dengan pembersihan diri ke jalan yang benar dan bertaubat dengan sungguh2 (amal sholeh, dhuha, tahajud, lima waktu dan bahkan iktikaf) dengan tujuan memohon ampun akan diterima?

Karena demi Allah saya benar-benar menyesali semuanya dikarenakan kelalaian akibat kurangnya ilmu agama waktu kecil dan saya takut semua pertaubatan itu tidak diterima. jadi kalo saya tahajud sering menangis karena ketakutan saya akan MURKA-NYA dan juga akan AZAB-NYA kelak..
Matur nuwun, sekali lagi terima kasih buat tambahan ilmunya. Wassalam

Yud*****@yahoo.com



Jawaban

Wasslamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Saudaraku yang dirahmati Allah Subhanahuwata’ala.
Ketahuilah bahwa perbuatan zina termasuk dosa yang dapat diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, berdasarkan firman-Nya dalam Surat An-Nisaa’, ayat ke-48 dan ke-116:

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya…”

Ayat diatas menerangkan bahwa dosa-dosa apapun yang telah diperbuat entah itu dosa kecil atau dosa besar selama hal itu tidak menyekutukan-Nya, maka jika sang pelaku tersebut bertaubat dengan taubatan nasuha, niscaya akan diampuni oleh Allah Subhanahuwata’ala.

Selanjutnya jika orang yang telah terjerumus ke dalam perbuatan tercela ini jika dia bertaubat dengan taubatan nasuha, taubat yang benar yang diiringi dengan perbaikan diri dengan beramal shalih dengan berbagai macamnya, menyesalinya dan tidak ingin kembali melakukannya maka taubatnya ini akan dapat menghapuskan dosa atas idzin Allah. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW:
“التائب من الذنب كمن لا ذنب له”.
“Orang yang bertaubat dari perbuatan dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa”. (HR. Ibnu Majah)

Allah Subhanahuwata’al juga berfirman dalam ayat lain:

“إلا من تاب وءامن وعمل عملا صالحا فأولئك يبدل الله سيئاتهم حسنات وكان الله غفورا رحيما. ومن تاب وعمل صالحا فإنه يتوب إلى الله متابا”.

“Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan amal shalih; maka mereka itulah yang kejahatannya diganti Allah dengan kabaikan, dan Allah maha Pengampun lagi maha Penyayang. Dan barang siapa bertaubat dan beramal shalih maka seseungguhnya dia telah bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya “. (QS. Al-Furqan: 70-71)

Terakhir ketika dia sudah bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubatan Nasuha), maka dia juga harus menutupi dan jangan mengumbar atau berbangga diri dengan perbuatan hina tersebut. Cukuplah dia tutupi aibnya ini dan Allah akan menutupi aibnya tersebut.

Semoga Allah subhanahuwata’ala senantiasa menunjukkan kita kepada jalan yang diridhoi-Nya.

Dijawab oleh: Tim Solusi Islam
Artikel: www.solusiislam.com

Hukum Oral Seks dan posisi 69 dalam Islam

kotabontang.net - Hukum Oral Seks dan posisi 69 dalam Islam

Pertanyaan:

Assalamu’alikum
Maaf ustadz, saya mau bertanya tentang hukum oral seks atau mencium kemaluan pasangan baik untuk suami ataupun sebaliknya. Lalu bagaimana dengan oral seks dengan posisi *maaf posisi seks 69? Apakah itu dibolehkan?
Terima kasih atas jawabannya.

siFulan@gmail.com


Jawaban:

Bismillahirrahmanirrahim.
Hubungan seksual antara pasangan suami istri bukanlah hal yang terlarang untuk dibicarakan didalam Islam. Namun, bukan pula hal yang dibebaskan sedemikian rupa bak layaknya seekor hewan yang berhubungan dengan sesamanya.

Hubungan seks yang baik dan benar, yang tidak melanggar syariat selain merupakan puncak keharmonisan suami istri serta penguat perasaan cinta dan kasih sayang diantara mereka berdua maka ia juga termasuk suatu ibadah disisi Allah swt, sebagaimana sabda Rasulullah saw,

”..dan bersetubuh dengan istri juga sedekah. Mereka bertanya,’Wahai Rasulullah, apakah jika diantara kami menyalurkan hasrat biologisnya (bersetubuh) juga mendapat pahala?’ Beliau menjawab,’Bukankah jika ia menyalurkan pada yang haram itu berdosa?, maka demikian pula apabila ia menyalurkan pada yang halal, maka ia juga akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Islam memandang seks sebagai sesuatu yang moderat sebagaimana karakteristik dari islam itu sendiri. Ia tidaklah dilepas begitu saja sehingga manusia bisa berbuat sebebas-bebasnya dan juga tidak diperketat sedemikian rupa sehingga menjadi suatu pekerjaan yang membosankan.

Pertanyaan tentang Jima’ dengan cara oral seks selalu menjadi primadona selama ini. Apakah tabu atau tidak. Tahukah Anda bahwa dalam Islam sebelum melakukan hubungan seks, kita dianjurkan untuk melakukan foreplay (mula’abah) atau permainan pendahuluan?

Ini dianjurkan agar hubungan seksual yang dilakukan tidak menyerupai hubungan seksual yang dilakukan oleh binatang. Tanpa pemanasan. Sehingga diharapkan tidak ada pihak yang tersakiti. Dan sangat diharapkan kedua belah pihak untuk bisa menikmatinya. Salah satu bentuk foreplay dalam pengetahuan seksualitas modern yaitu tadi oral seks, atau mencium farj (kemaluan) pasangan baik istri kepada suaminya ataupun sebaliknya. Dan lebih ‘ekstrim’ lagi yaitu dengan oral seks dengan posisi 69.

Lalu bagaimana kita menyikapi hal tersebut?
Para ulama berbeda pendapat dalam menyikapi masalah tersebut (oral seks). Ada yang membolehkan, namun ada yang memakruhkan dan condong untuk melarangnya.

1. Dibolehkan dengan syarat

Dibolehkan karena pada dasarnya segala sesuatu itu boleh (mubah) kecuali ada dalil yang melarangnya. Dan memang hal ini tidak bisa dihukumi sebagai perbuatan yang haram, karena tidak adanya dalil yang eksplisit yang mengharamkannya.

Seperti halnya jimak (bersetubuh) hingga orgasme dibolehkan karena itu adalah puncak kenikmatan, maka dibolehkan pula kenikmatan-kenikmatan yang didapat (meski tidak mencapai orgasme) yaitu cumbu rayu, berpelukan, mencium hingga oral yang membuat suami-istri saling menikmati.


Allah Berfirman dalam Al Quran:
”Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (QS. Al Baqoroh : 223)


Namun apabila oral seks ternyata telah terbukti membawa dampak bahaya bagi pasangan, seperti contoh oral seks yang mengakibatkan pasangan sakit atau tertimpa bahaya (mungkin karena kotor karena adanya najis atau adanya cairan yang berbau keluar dari farj) maka hal tersebut masuk pada kategori larangan dan tidak boleh dilakukan.


2. Makruh dan condong pada larangan.

Yang berpendapat tentang larangan oral seks dan termasuk didalam kategori tersebut adalah posisi 69 (maaf, posisi dimana pasangan saling berhadapan namun berlawanan arah kepala) karena hal tersebut menyalahi kodrat dan fitrah manusia sebagai hamba yang diberi akal fikiran yang lebih tinggi derajatnya dari binatang. Sebab manusia diberi lisan untuk membaca al Quran dan bertutur kata yang baik, maka tidak tepat jika digunakan untuk mencium ‘sesuatu’ yang bisa mengeluarkan najis (kencing, haid, madzi dst)

Tentu kita tidak akan pernah menemukan sepasang hewan yang melakukan hal tersebut, namun ternyata manusia banyak yang melakukan bahkan gemar dan menjadi cara yang populer dikalangan masyarakat saat ini.

Hal tersebut bisa terjadi karena pengaruh kehidupan masyarakat barat. Masyarakat Barat adalah masyarakat liberal (serba bebas) termasuk dalam urusan seksual. Tujuan akhir yang mereka cari hanyalah kepuasan, dalam hal ini orgasme. Jika pemanasan dalam Islam adalah agar farj istri siap dimasuki farj suami, maka Barat tidak mengharuskan jalan ini. Jika dengan dimasukkan dubur wanita/ pria atau mulut wanita/ pria bisa tercapai kepuasan, maka hal itu akan dilakukan. Itulah sebabnya kenapa posisi 69 menjadi pilihan masyarakat barat, khususnya kaum gay dan lesbian.

Jika dalam kehidupan sehari-hari saja kita dilarang untuk bersikap tasyabuh (ikut-ikutan), maka apalagi dalam masalah jimak yang mana didalamnya islam menjunjung tinggi fitrah manusia yang diberi akal fikiran, tentu dilarang pula untuk bertasyabuh dengan mereka. Wallahua’lam

Kesimpulan:

Cara seks dengan oral dan juga termasuk didalamnya posisi 69 pada hakikatnya adalah boleh. Namun meskipun hal itu mubah, tetapi lebih afdhol dan lebih baiknya ditinggalkan.

Pada dasarnya sepasang suami-istri boleh bersenang-senang dengan saling menikmati seluruh badan antara satu sama lainnya kecuali jika ada dalil yang melarangnya. Akan tetapi perbuatan tersebut tidak disukai (makruh) karena masih ada cara lain yang lebih baik dan menyenangkan.

Di lain sisi jika seks oral membawa dampak bahaya bagi pasangan, maka sudah seharusnya dijauhi karena mengingat Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
"Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya." (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

Oleh: Abu Syauqie Al Mujaddid (Pengasuh Solusi Islam & Islamisasi)
Artikel: www.solusiislam.com
Monday, February 22, 2016

Sebarkanlah!! Semoga Mengisnpirasi Orang Tua Muslim Indonesia - BALITA AJAIB INI TELAH HAFAL SELURUH BACAAN AL-QURAN, SUBHANALLAH

kotabontang.net - Sungguh luar biasa dua anak ini. Usianya masih di bawah lima tahun (balita), namun mampu menjadi penghafal Alquran (hafiz). Kemampuannya melafalkan ayat suci tanpa membacanya terekam melalui video.

Pada video terpisah yang diunggah pada situs jejaring video YouTube, seorang bernama Abdul Rahman bin Mohamed Farah (3 tahun) dari Algeria dan seorang balita perempuan yang belum diketahui namanya.



Video Abdul Rahman diunggah, 25 Agustus 2011 dan telah ditonton 548.174 kali, sedangkan video hafiz perempuan ditonton 5.496.067 kali. Data ini dikutip, Rabu (19/12/2014) pukul 16.30 WIB. Pada kolom komentar video, mengalir pujian dari pentonton. Mereka memuji kebesaran Allah.

Abdul Rahman tercatat dalam Guinness World Records sebagai hafiz paling muda di dunia.
Pada video tersebut, Abdul Rahman terlihat melantunkan hafalannya di masjid di hadapan pria dewasa hingga paruh baya. Sementara, si balita perempuan terlihat duduk di sofa didampingi seorang wanita dan diwawancarai. (Mon)

sumber : tribunnews

Pria Asal Jombang Ini Mengaku Sebagai Nabi Isa dan Dirikan Pesantren

kotabontang.net - Entah cari sensasi atau apa, pria bernama Jari (44), warga Dusun Gempol, Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang mengklaim dirinya sebagai Nabi Isa. Jari juga menyebut namanya Raden Aryo ini mengaku menerima wahyu untuk meluruskan ajaran Islam pada akhir zaman.


Foto : Enggran Eko Budianto/ Jari berbaju hitam dan pengikutnya [Detik]
Jari beserta keluarganya saat ini tinggal di rumahnya yang juga dalam kompleks Pondok Pesantren Ash Shiroth di Dusun Gempol. Kepada wartawan, suami Umi Lutfiati (46) ini blak-blakan mengisahkan pengalaman pertamanya menerima wahyu. Saat itu dia menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Mojokerto.

"Pada malam Jumat legi akhir tahun 2004, saat saya sedang sujud salat malam pukul 03.00 Wib, saya dipanggil Alloh 'Yaa Sin' sebanyak 7 kali. Saat itu saya menangis," kata Jari kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Selasa (16/2/2016).

Jari mengklaim, insiden pada suatu malam itu sebagai wahyu yang turun kepadanya. Menurut dia, bisikan gaib tersebut menunjuk dirinya sebagai Nabi Isa sebagai tanda akhir zaman. Dia ditugaskan untuk meluruskan ajaran syariat, tarekat, hakikat, dan ma'rifat umat Islam.

"Misalnya dalam ibadah salat, mulai takbir sampai salam ada tafsir yang selama ini belum terjawab terkait makna dari setiap gerakan salat," ujarnya.

Tak hanya mengklaim dirinya sebagai Nabi Isa, bapak 2 anak ini juga menambah sebuah kalimat dalam syahadat yang selama ini dianut umat Islam. Yakni kalimat 'Wa Isa Habibullah' atau dan Isa kekasih Alloh. Kalimat kesaksian itu dikhususkan bagi para pengikutnya.

"Syahadat Isa itu tidak diucapkan dalam salat. Hanya sebagai kesaksian bahwa saya Isa Habibullah, Isa kekasih Alloh," ungkapnya.

Kendati demikian, lanjut jari, dirinya tak mengingkari ajaran Islam. Dia bahkan masih menganut kitab suci Alquran dan hadist sebagai salah satu petunjuk dalam ajarannya.

Selain mengaku Nabi Isa, Jari juga sudah mendirikan pondok pesantren Kahuripan Ash Shiroth di Dusun Gempol, Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Kini Jari memiliki puluhan orang pengikut yang rajin mengikuti pengajian di pesantren tersebut.

"(Pengikut) laki-laki sekitar 50 orang. Kalau yang perempuan lebih dari 50 orang. Ada yang warga sekitar, dari Mojokerto, Madiun, Tuban, dan Surabaya," jelas Jari.

Sementara salah seorang pendiri Ponpes Kahuripan Ash Shiroth yang juga pengikut Jari, Trd (63) menjelaskan, setelah menerima wahyu pertama akhir 2004 silam, Jari menerima petunjuk untuk mendirikan pondok pesantren di tanah kelahirannya. Selain untuk berdakwah, Jari konon juga bisa mengobati orang sakit dengan cara tradisional.

Menurut dia, niat itu baru terwujud tahun 2006 setelah mendapatkan sumbangan dari para pengikutnya. Baik berupa tanah wakaf dan juga dana untuk pembangunan pondok. Dengan susah payah, Juli 2015 pondok pesantren Ash Shiroth di Dusun Gempol selesai dibangun. Di dalam pondok ini terdapat sebuah masjid dan 2 bangunan rumah yang kini ditempati keluarga Jari dan Trd.

"Setelah masjid selesai dibangun, pengajian digelar di sini," jelasnya.

Puluhan jamaah itu datang ke Ponpes Ash Shiroth untuk mengaji 2 kali dalam sebulan. Yakni pada malam tanggal 1 dan 15 setiap bulan.

Menurut dia, pengajian rutin itu membahas ajaran yang diterima oleh Jari yang diklaim sebagai wahyu dari Alloh SWT. "Wahyu-wahyu itu ditulis beliau (Jari) dalam kitab Risalah Ilahiyah," jelasnya.

Sebagai salah seorang pengikut, Trd mengaku meyakini Jari sebagai Nabi Isa yang dibekali 4 kitab oleh Alloh SWT. Dia menyebutnya sebagai Peti Amanah Rasuli. Peti gaib itu berisi 4 kitab. Antara lain, Kitab Suci Alquran, Hadist, Fafiru Ilalloh, dan Kitab Risalah Ilahiyah.

Kitab Risalah Rasuli, menurut Trd, merupakan kitab karangan Jari yang ditulis berdasarkan wahyu yang diterima oleh pria yang mengklaim dirinya sebagai Nabi Isa itu.

"Isinya 5, yakni tentang tauhid, ubudiyah dan muamalah (ibadah dan pekerjaan), cinta tanah air, zaman akhir, dan sial atau selamatnya manusia di zaman akhir. Kitab dari wahyu itu ditulis untuk didakwahkan," ungkapnya.

Trd menambahkan, selama ini yang diajarkan Jari tidak jauh berbeda dengan ajaran Islam. Tata cara salat, puasa, dan ritual lainnya tetap seperti yang dianut umat Islam selama ini. Hanya saja, makna di balik setiap gerakan ritual itu lah yang diajarkan oleh Jari kepada pengikutnya. [Detik]

Menghadiri Rapat Orang Tua Murid Dengan Pakaian Kotor, Ucapan Bapak Ini Membuat Semua Orang Malu!

kotabontang.net - Tepat pukul 7 malam, orang tua murid mulai masuk ke dalam ruangan kelas di sekolah. Beberapa orang tua terlihat penuh sopan santun, ada juga orang tua yang kelihatannya sombong, ada juga yang terlihat sangat berhati-hati. Pada saat guru mulai menutup pintu dan mulai berbicara, pintu yang baru saja ditutup terbuka kembali perlahan-lahan, seorang pria paruh baya, badannya kotor penuh dengan debu muncul dibalik pintu. Dengan wajah yang tersenyum dia meminta maaf karena datang terlambat.



Kehadirannya menarik perhatian orang tua murid lainnya. Dia mengenakan pakaian kerja yang sudah luntur serta penuh bercak cat. Celananya pekat dengan debu, dia memakai sepatu boot yang penuh dengan lumpur. Dia kelihatan seperti baru pulang dari kerja bangunan.

Guru itu berkata: "Permisi, Bapak siapa?" Pria paruh baya itu berkata: "Saya ayahnya Ayyub" Guru itu terlihat kaget, tapi segera meminta pria itu menandatangani buku kehadiran. Ayah dari Ayyub dengan muka yang tertunduk berkata: "Maaf, Pak Guru, saya tidak dapat membaca dan menulis..." Para orang tua murid lainnya terdengar ada yang mulai menertawakan, sang guru tersebut pun berkata: "Tidak apa-apa, saya yang akan membantu Bapak tanda tangan."

Kemudian guru tersebut mulai menjelaskan, tujuan diadakannya rapat orang tua murid adalah supaya setiap orang tua dapat saling berbagi pengalaman tentang bagaimana cara mendidik anak serta kesannya selama mendidik anak. Ada 2-3 orang tua murid membagikan pengalaman mereka dalam mendidik anak-anak mereka, yaitu bagaimana mereka mendidik anak mereka dengan ketat, supaya mereka mau menulis pr mereka, membantu anak-anak mereka mencarikan guru les tambahan, dll.

Pada saat guru tersebut meminta ayah dari Ayyub untuk berbicara, ia memperkenalkan, "Ayyub adalah seorang murid teladan dengan nilai terbagus di kelas. Pelajaran matematika selalu beroleh nilai terbaik, ia tidak pernah terlambat, selalu bersikap baik terhadap teman-temannya. Mari sama-sama kita dengarkan bagaimana ayah dari Ayyub mendidik anaknya."

Tidak sedikit orang tua murid lainnya tampak kaget. Bapak yang tidak terpelajar namun mempunyai anak yang hebat. Ayah Ayyub dengan agak sedikit canggung mulai berjalan ke depan. Ia sedikit tertunduk, tidak begitu berani menatap mata para orang tua murid lainnya. Ini perkataannya:

Saya hanya suka melihat anak saya mengerjakan PR nya. Setiap kali sepulang kerja, tidak peduli seberapa capeknya saya, saya pasti akan duduk di samping dia untuk melihatnya mengerjakan PR yang ada. Suatu hari, anak saya bertanya kepada saya, "Ayah, setiap hari melihat saya mengerjakan PR, apa Ayah mengerti apa yang saya kerjakan?" Saya berkata "Ayah tidak mengerti." Kemudian anak saya bertanya: "Ayah, jika Ayah tidak mengerti bagaimana Ayah tahu saya mengerjakannya dengan benar atau tidak?"

Saya berkata: "Jika kamu mengerjakannya dengan cepat, maka Ayah tahu bahwa soal ini sangat mudah; jika kamu menyalakan kipas angin, mengambil minum, maka Ayah tahu bahwa soal tersebut susah."

Saya seorang buruh bangunan. Suatu kali saya mengangkat wajah saya dan melihat bangunan tinggi yang saya bangun, saya bertanya kepada anak saya, apakah kamu mau tinggal di rumah yang tinggi, yang besar, rumah yang indah? Mengendarai mobil bagus? Anak saya menganggukkan kepalanya. Saya berkata: "Oleh karena itu kamu harus belajar dengan baik."

Saya tidak sekolah, tidak dapat membaca dan menulis, saya tidak tahu bagaimana cara-cara hebat mendidik anak. Saya hanya suka bercakap-cakap dengan anak saya. Anak saya senang jongkok di samping saya pada saat saya bekerja. Saya tidak memberikan uang jajan kepada anak, ia tidak bermain internet, juga tidak belanja macam-macam. Dia sering di rumah membantu saya mencuci pakaian.

Setelah selesai berbicara, dia membungkuk untuk memberikan hormat kepada sang guru! Orang tua murid lainnya terpaku tak bergeming, hati mereka sangat tersentuh oleh perkataannya. Ayah ini meskipun tidak mempunyai pendidikan yang tinggi dan tidak dalam keadaan ekonomi yang cukup, tetapi ia sangat hormat kepada guru. Dia juga senang menemani anaknya. Ini adalah caranya bagaimana dia berhasil dalam mendidik anak! [Cerpen]

Rasulullah Pernah Menyebut Bangsa Indonesia

kotabontang.net -Tatkala salah satu guru Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dan Al-'Allamah al-'Arif billah Syaikh Utsman bersama rombongan ulama lainnya pergi berziarah ke Makam Rasulullah saw., tiba-tiba beliau diberikan kasyaf (tersingkapnya hijab) oleh Allah swt. dapat berjumpa dengan Rasulullah saw.

Di belakang Nabi Muhammad saw. sangat banyak orang yang berkerumunan. Ketika ditanya oleh guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu: “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu?”

Rasulullah saw. pun menjawab: “Mereka adalah umatku yang sangat aku cintai.”
Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki

Dan diantara sekumpulan orang yang banyak itu ada sebagian kelompok yang sangat banyak jumlahnya. Lalu guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki bertanya lagi: “Ya Rasulullah, siapakah mereka yang berkelompok sangat banyak itu?”

Rasulullah saw. kemudian menjawab: “Mereka adalah bangsa Indonesia yang sangat banyak mencintaiku dan aku mencintai mereka.”

Akhirnya, guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan bertanya kepada jama’ah: “Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia.” (Dikutip dari ceramah Syaikh KH. Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi).

Bukti kecintaan as-Sayyid Muhammad al-Maliki kepada orang Indonesia adalah dengan membangunkan Pesantren khusus untuk orang Indonesia di Mekkah. Dan beliau sangat senang dan bahagia apabila ada orang/ulama Indonesia yang menyempatkan bersilaturrahim di rumahnya. Bahkan beliau sering memberikan buah tangan (hadiah) kepada orang/ulama Indonesia yang bersilaturrahim tersebut. [pintarin]

Yang Barusan Nikah Wajib Baca : " Suamiku Engkau Adalah Surgaku dan Nerakaku "

kotabontang.net - Duhai para istri yang mendamba Surga…
Engkau telah memiliki jalan yang mudah untuk meraihnya
Jika saja engkau muliakan suamimu dan memenuhi hak-haknya atasmu
Tapi engkau pun bisa memilih jalan lain
Ketika engkau lalaikan dirimu dari ridhanya
Maka bersiaplah menuai sengsara di Neraka

Risalah ini adalah motivasi untukku dan untukmu wahai saudariku, baik yang telah menikah, yang belum menikah, dan yang akan menikah. Suami adalah Surga dan Neraka bagi para istri. Melalui perantara suamilah para istri akan mendapatkan ‘hadiah’nya di akhirat kelak. Apakah keridhaan ataukah murka dari Rabbul ‘Alamin yang akan kita dapat…? Semua itu bermula dari bagaimana sikap kita terhadap suami. Maka perhatikanlah dengan seksama.




Suami adalah pemimpin dalam rumah tangga, suami ibarat raja dalam sebuah negara. Istri adalah wakil suami yang harus setia, istri adalah pelaksana semua hal yang diamanatkan padanya. Maka jagalah hal ini dengan sebaik-baiknya.

Wahai saudariku, ketahuilah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengisyaratkan dalam sabdanya:

“Sesungguhnya, jika sekiranya aku memerintahkan seseorang untuk sujud kepada selain Allah, maka aku akan memerintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya. Maka demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Seorang istri tidaklah menunaikan hak Rabb-nya sehingga dia menunaikan hak suaminya.”[1]

Aduhai, alangkah besarnya hak suami terhadap istri-istrinya. Perhatikanlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang amat agung di atas. Jika manusia dibolehkan sujud kepada manusia, maka yang paling berhak untuk itu adalah suami…

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun hingga bersumpah: Maka demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Seorang istri tidaklah menunaikan hak Rabb-nya sehingga dia menunaikan hak suaminya.

Tidaklah dikatakan seorang istri itu memenuhi hak Rabb-nya hingga dia memenuhi hak suaminya. Allahu

Banyak istri dan wanita yang telah lupa dengan pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada bibinya Hushain bin Mihshan ketika beliau bertanya tentang sikapnya terhadap suaminya:

“Perhatikanlah olehmu, dimanakah engkau dari (memenuhi hak)nya, karena sesungguhnya dia (suamimu itu) adalah surgamu dan nerakamu.”[2]

Maka, suami itu adalah jalan para istri untuk meraih kenikmatan Surga atau menjadi sebab bagi para istri tenggelam dalam api Neraka. Manakah yang hendak engkau pilih wahai para istri…? Surgakah atau Nerakakah…?

Tahukah engkau, bahwa sedikit sekali kaum wanita yang akan menjadi penghuni Surga? Demikian khabar yang disampaikan oleh al-Mudzakir Muhammad bin ‘Abdullah ‘alaihish sholatu wa sallam dalam sabdanya:

“Sesungguhnya penghuni Surga yang paling sedikit adalah perempuan.”[3]

Bagaimanakah terjadi demikian?

Ketahuilah saudariku, para wanita yang menolak kenikmatan Surga adalah mereka yang durhaka kepada suaminya, kufur nikmat atas pemberian suaminya, dan lisan mereka banyak digunakan untuk melaknat.[4] Wal’iyyadzubillah…

Tidakkah terbetik dalam hatimu untuk menjadi kesayangan bagi suamimu? Untuk menjadi bidadari baginya di dunia dan akhirat? Dan dengannya engkau akan memperoleh ridha dari Rabb-mu yang amat berlimpah…

Habibullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggambarkan sosok istri yang baik bagi seorang suami[5]. Dan bagaimanakah seorang suami akan menolak istri yang seperti ini, sungguh suatu perkara yang mustahil…

Dari Abu Hurairah, dia berkata: “Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Siapakah istri yang baik itu?’

Maka beliau menjawab: ‘Yang menyenangkan apabila dia dipandang dan menta’atinya apabila dia memerintahkannya, dan dia tidak pernah menyalahi suaminya pada dirinya dan hartanya yang suaminya tidak menyukainya.’”[6]

Tahukah engkau siapa istri yang baik itu…?

Yang telah disabdakan oleh Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau ditanya…

Istri yang baik adalah…

-Yang apabila suami melihat dan memandang kepadanya…
-Pasti akan menyenangkan suaminya…
-Pasti akan menyejukkan pandangan mata suaminya…
-Dan dirinya selalu berhias…
-Wajahnya selalu berseri dan menenangkan hati…
-Penampilan dan pakaiannya selalu menarik…

Dan pada semuanya…

Demi menunaikan hak suaminya…
Sehingga sang suami akan mengatakan, istriku sangatlah menarik…

Akan tetapi, bagaimana dengan istri yang tidak baik…

Istri yang tidak baik itu adalah…

-Istri yang tidak menyenangkan apabila dipandang…
-Wajahnya selalu cemberut dan merengut ketika bertemu dengan suaminya…
-Dirinya selalu menyusahkan hati dan fikiran suaminya…
-Pada penampilan dan pakaiannya selalu kusut dan tidak menarik…
-Sikap dan tutur katanya keras dan kasar…
-Sehingga ketika suami berada bersamanya, maka dia seolah berada dalam Neraka…

Suamiku, engkau adalah Surgaku dan Nerakaku. Maka apa lagi yang akan kuutamakan sebagai seorang istri selain memenuhi hak-hakmu atas diriku. Akan kujadikan engkau senantiasa ridha padaku. Akan kujaga amanat yang telah engkau embankan di pundakku. Dan tidaklah aku akan membantah perintahmu selain perintah untuk bermaksiat kepada Allah…

***

Demikianlah risalah sederhana ini tersusun dengan mengharap wajah-Nya. Semoga shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, dan para pengikutnya hingga yaumil akhir kelak.

Semoga Allah senantiasa melapangkan qulub-qulub yang sempit oleh syahwat dan syubhat kepada jalan kebenaran yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya ridwanullahu ‘alaihim ajma’in berada di atasnya.

Wallahu Ta’ala a’lam bish showab.