Showing posts with label Samarinda. Show all posts
Showing posts with label Samarinda. Show all posts
Wednesday, May 25, 2016

Oww.. Ternyata dari Jualan Foto Bugil, Siswi Samarinda Ini dapat Rp20 Juta

kotabontang.net - Aksi heboh mahasiswa Samarinda yang bugil di depan umum mulai terkuak latar belakangnya. Ternyata, wanita yang bernama khusnul Khoiriya (23) itu nekat melakukan hal cabul karena dibayar mahal.

Yups.. Khoirya sudah melakukan aksi itu sejak Juni 2015 hingga sekarang. Total pendapatan dari foto bugil dan pamer dada itu sudah lebih dari Rp20 juta. Wow!!


Foto hot itu dijual seharga Rp 100 ribu per foto pada seseorang yang memesan. Foto baru dikirimkan setelah uang ditransfer terlebih dahulu ke rekening siswi cantik ini.

Meski demikian, hingga saat ini polisi masih mendalami motif lain di balik tersebarnya foto hot mahasiswi cantik yang memiliki tato dream catcher di dadanya itu.

Sebelumnya, wanita berpose hot yang wajahnya ditutupi stiker berkepala kucing dan menyerahkan diri ke Polresta Samarinda. Mahasiswi psikologi salah satu perguruan tinggi swasta di Samarinda itu, mengakui bahwa dialah yang menyebarkan foto syur tersebut ke dunia maya.



Kapolresta Samarinda Kombes Pol Setyobudi Dwiputro sempat memerintahkan untuk segera menangkap Khusnul. Saat menyelidiki keberadaannya, kabar beredar bahwa Khusnusl sudah ada di Bali. Anggota yang sempat mengejar juga tak bisa menemukan.

Informasi tepecaya media ini menyampaikan, perempuan berinisial KO itu didorong beberapa temannya untuk menyerahkan diri ke polisi.

“Dia (KO, Red) menangis terus di dalam, tapi sempat ngobrol kalau temannya yang kasih motivasi buat dia datang,” sebut pria yang namanya enggan dikorankan. (eff/one/pojoksatu/fajar)
Saturday, November 28, 2015

Ini Dia Tuyul Masjid Raya Darusallam Samarinda Yang Tertangkap

Ini Dia Tuyul Masjid Raya Darusallam Samarinda Yang Tertangkap

kotabontang.net - Lantunan ayat suci Alquran yang dibacakan imam saat Salat Magrib di Masjid Raya Darusallam, tak membuat An takut menjadi "tuyul" yang berkeliaran di masjid.

Di saat jemaah Salat Magrib sedang sujud, mata An tertuju pada tas seorang ibu-ibu yang salat dengan khusyuk.

Secepat kilat Andi menghampiri ibu itu dan meraih tas yang ada di sampingnya. Namun An terkejut, ketika tangan seorang satpam masjid yang telah mengincarnya memegangi tangan An.

An tergagap-gagap ketika ditanya. Sembari menunggu ibu itu menyelesaikan salat Magrib-nya, pemuda berusia 19 tahun itu dikeler ke pos satpam.


Berbagai pertanyaan bertubi-tubi dialamatkan ke An yang tak memiliki tempat tinggal tetap itu. Andi tak bisa berkilah, karena pencurian tas yang ia lakukan Kamis (26/11) lalu itu, menjadi bukti kejahatannya.

"Saya belum sempat pegang. Yang memegang tas itu teman saya," ucap An.
Satpam keamanan masjid tak mempercayai pengakuannya, An pun selanjutnya dikeler ke Polsekta Samarinda Ilir dengan bukti sebuah tas milik jamaah masjid raya.


Namun kasus ini tak berlanjut. Karena pemilik tas yang menjadi sasaran pencurian An memilih tak membuat laporan resmi.
"Kata korbannya sebagai efek jera saja," tutur polisi yang ikut mengamankan An.

Meski urung ada laporan resmi mengenai pencurian itu, polisi tetap mengamankan dan memintai keterangan An.
"Siapa tahu ada Tempat Kejadian Perkara (TKP) lainnya yang mungkin pernah menjadi sasaran pelaku (An, Red), entah itu rumah pribadi maupun tempat ibadah lainnya," pungkasnya.( Samarinda Pos )
Thursday, April 16, 2015

Jangan Sampai Pemda Pangkas Anggaran Publik untuk Biayai Pilkada

kotabontang.net - [ JAKARTA ] – Biaya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah beberapa waktu lalu ternyata mengakibatkan berkurangnya anggaran pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan dan termasuk belanja langsung. Hal itu menjadi temuan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) yang dipaparkan di Jakarta, Selasa (14/4).

Menurut Sekretaris Nasional FITRA, Yeni Sutcipto, pengurangan anggaran itu tidak hanya pada belanja langusng tetapi juga pada kelompok-kelompok kerja pelaksana pilkada. “Kemudian unit cost penyelenggaraan di KPPS juga dikurangi. Beberapa yang pernah kita teliti itu di Kebumen, Sidoarjo dan Bandung itu begitu,” ujarnya.

Menurut Yeni, kondisi ini sangat berbahaya. Apalagi anggaran pelaksanaan pilkada 2015 masih menggunakan APBD sehingga cukup rawan disalahgunakan elite-elite politik lokal.

“Ini kan lagi-lagi akan diberikan kewenangannya ke daerah. Tapi jika daerah tidak diberi aturan baku, maka sulit mengantisipasi tidak menggunakan dan memanfaatkan APBD sebagai alat mobilisasi,” ujarnya.

Yeni menambahkan, hasil penelitian Fitra juga menemukan fakta bahwa ternyata pada pelaksanaan pilkada 2010 lalu, Kota Bandung baru menetapkan APBD di akhir Maret. Padahal tahapan pilkada sudah dimulai sejak Februari. Akibatnya, KPUD terpaksa mendanai biaya tahapan secara swadaya.

Demikian juga dengan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, ketika APBD baru dapat digunakan April, sementara tahapan pilkada telah dimulai Februari 2010 lalu. Karenanya Yeni berharap hal serupa tak terjadi lagi.

“Kita tidak menginginkan itu terjadi lagi. Pencairan anggaran sebaiknya dilakukan sesuai putaran pilkada. Karena itu kami sepakat pilkada serentak 2015 karena keterbatasan anggaran, ketidakselarasan mekanisme anggaran di kabupaten/kota, ini harus diundur di Juni 2016. Sambil mencari pendanaannya dari mana. Kita berkeinginan dari APBN, sehingga tidak mengurangi pelayanan publik di kabupaten/kota,” katanya.(gir/jpnn)
Sunday, April 12, 2015

Bagaimana Pendapatmu? Balikpapan Lebih Layak Jadi Ibu Kota Provinsi daripada Samarinda

kotabontang.net - Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Ahmad Rosyidi menilai Kota Balikpapan lebih layak menjadi Ibu Kota Provinsi di Kalimantan Timur, dibandingkan dengan Samarinda.

Achmad Rosyidi mengatakan kondisi Kota Balikpapan lebih teratur dalam hal penataan kota, pembenahan Infrastruktur dan juga lokasi geografis yang strategis yakni dengan dekat Pelabuhan dan Bandara

"Dengan berbagai macam permasalahan kompleks di Kota Samarinda, masih layakkah? Kota Samarinda? berstatus Ibukota Kaltim, karena faktanya Banjir dimana-mana, penata kotaan semrawut, belum lagi kemacetan," tuturnya, Senin (9/2).

Menurutnya, Samarinda harusnya lebih banyak berbenah dan lebih serius mengatasi masalah banjir yang menahun.

"Seharusnya, penanganan banjir mendapat prioritas utama, dan yang Kedua adalah masalah sampah," kata dia.

Menurut dia, selain pemerintah kota, masyarakat Samarinda harus memiliki kesadaran juga untuk menjaga kebersihan kota dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat.

"Kita cukup malu melihat ibu kota provinsi kita seperti saat ini. Sampah dimana-mana,? lalu-lintas yang semrawut ditambah kondisi masyarakatnya yang tidak peduli pada lingkungan sekitarnya," ucapnya.

Untuk itu, politikus PPP ini mengimbau agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda maupun masyarakat untuk lebih banyak belajar dari Kota Balikpapan.

Mulai dari dari kesadaran dan kepedulian pada lingkungan. Ketertiban lalu lintas dan lain sebagainya.

"Kalau mau studi banding tidak perlu jauh-jauh. Di Balikpapan saja cukup. Banyak hal yang bisa dicontoh disana," katanya.

Bagaimana Pendapatmu? Balikpapan Lebih Layak Jadi Ibu Kota Provinsi daripada Samarinda 
Tuesday, April 7, 2015

One Night Closer with Tulus area Indoor GOR Segiri Samarinda [ Video ]



kotabontang.net - One Night Closer with Tulus persembahan dari BRI KC SAMARINDA 1, LA Lights dan D'orangeCoffee Samarinda berhasil menyedot ribuan penonton yang memadati area Indoor GOR Segiri Samarinda.
Organized By D'OrangeCoffee Samarinda | LLCH Production | KPFM Samarinda
Cameramen Djarot & Wisnu
Editor Wahyu Aditya
Video by LLCH Production

Ujian Nasional, PLN Tidak Jamin Listrik Nyala Terus

kotabontang.net - Pelaksanaan Ujian Nasional yang tinggal menghitung hari, ternyata tidak memperoleh garansi dari PLN untuk tidak terjadi pemadaman listrik pada saat UN berlangsung yang dilaksanakan pada tanggal 13-15 April mendatang.

Namun demikian, PLN area Samarinda telah berkoordinasi dengan pihak AP2B (Area Penyaluran dan Pengaturan Beban, red) untuk tidak melakukan pemadaman pada saat UN berlangsung.

Kebutuhan listrik pada pelaksanaan UN tahun ini terbilang cukup penting, karena tahun ini ada 6 sekolahan yang melaksanakan UN dengan sistem CBT (Computer Based Test, red).

"Kami sudah koordinasikan dengan AP2B mengenai akan dilaksanakannya UN, semaksimal mungkin tidak akan terjdi pemadaman listrik pada saat pelaksanaan UN hingga selesainya UN," ungkap Asisten Manager Jaringan PLN area Samarinda, Sugeng, Selasa (7/4/2015).

Sugeng mengatakan PLN tidak dapat menjamin 100 persen listrik akan terus menyala pada saat UN berlangsung, karena pemadaman listrik tidak hanya terjadi karena faktor teknis, melainkan karena faktor alam dan kejadian tidak terduga lainnya.

"Kalau teknis kami jamin bisa teratasi, tetapi kalau faktor alam seperti tersambar petir, maupun tiang listrik ditabrak oleh kendaraan, itu diluar dugaan dari kami dan itu tidak dapat kami antisipasi untuk tidak terjadi pemadaman," urainya.

Dia pun menyarankan kepada sekolahan maupun Dinas Pendidikan (Disdik) kota Samarinda agar menyiapkan genset untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kalau bisa Disdik dan sekolahan mencadangkan genset, jika terjadi listrik mati itu dapat digunakan sebagai antisipasi saja. Tapi, kami tetap berupaya untuk tidak ada pemadaman listrik pada saat UN berlangsung," tuturnya. (*)

Parah!! 2 Ribu PNS Pemprov Kaltim Tidak Masuk Kerja Setiap Hari

kotabontang.net - Di periode Januari – Februari 2015, tingkat kehadiran PNS di Pemprov Kaltim rata-rata hanya 72 persen.

Artinya, sekitar 2.000 lebih pegawai tidak masuk kerja setiap hari.

“Namun dengan pembinaan terus menerus, tingkat kedisiplinan ini meningkat mencapai 90 persen di 2014,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, M Yadi Robyanoor, Selasa (7/4/2015).

Peningkatan tingkat kehadiran PNS ini, diakui Robi berdampak terhadap penghematan keuangan daerah hingga sekitar Rp 84 miliar.

Penghematan tersebut hanya berasal dari Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Karena aturannya seperti itu, dia (PNS) tidak masuk, kerja, gaji tetap jalan. Nah, karena yang hadir meningkat, kita bisa hemat Rp 84 miliar, artinya Rp 84 miliar tidak terbuang sia-sia untuk menggaji pegawai malas,” urai Robi.

Menurut Robi, PNS harus memberikan kinerja maksimal untuk mendukung pembangunan di Kaltim.

“PNS inikan semuanya sudah ditanggung negara. Mulai baju kerjanya, transportnya, keluarganya. Jadi sudah sepantasnya untuk memberikan yang terbaik di posisinya masing-masing,” tutur Robi.

Dalam waktu dekat, BKD akan kembali melakukan pembinaan. Bentuknya, berupa penyuluhan dan peningkatan motivasi kedisiplinan kepada pegawai.

“Kita akan hadirkan narasumber berkompeten yang bisa memotivasi disiplin PNS. Pembenahan moral ini akan terus kita lakukan,” pungkasnya. (*)

Zuhdi Yahya Bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Samarinda Dari PDI P

kotabontang.net - Bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Zuhdi Yahya, masih menunggu keputusan dari DPP PDI Perjuangan. Keputusan tersebut, terkait restu sebagai calon walikota dan wakil walikota Samarinda 2015-2020.

Zuhdi mengatakan, sebelum mendaftarkan diri ke DPC PDI Perjuangan Samarinda, ia mendapatkan dukungan dari relawan Sekretaris Nasional (Seknas) yang pernah membantu memenangkan Jokowi-JK.

"Yang pasti ada permintaan dan dukungan dari teman-teman relawan untuk daftar ke PDI Perjuangan," ungkap Zuhdi, yang dikenal sebagai Ketua KONI Provinsi Kaltim, ditemui kantor KONI Kaltim, di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Provinsi Kaltim, Selasa (7/4/2015). (baca: PPP Buka Pendaftaran Balon Walikota dan Wawali Samarinda)

Sosok Zuhdi Yahya dikenal sebagai Ketua Seknas Jokowi Kaltim dan sebagai koordinator yang membawahi 60 kelompok relawan pemenangan Jokowi-JK di Kaltim. Perolehan suara Jokowi-JK unggul di Kaltim.

"Saya ini hanya kader di PDI Perjuangan, bukan pengurus. Terkait pencalonan, saya menunggu keputusan dari DPP," kata Zuhdi.
Wednesday, April 1, 2015

Harga Nissan All-New NP 300 Navara

kotabontang.net - Nissan All-New NP 300 Navara akhirnya resmi diluncurkan di Jakarta, Kamis (2/4/2015). Pikap kabin ganda yang diklaim paling lengkap di kelasnya ini ditawarkan dalam dua varian, SL dan VL.

Bersama All-New Navara, kini Nissan Motor Indonesia (NMI) punya senjata untuk segmen komersial. Selama ini Navara hanya ditujukan untuk segmen private (mobil penumpang). Kedua varian dilengkapi pengembangan mesin diesel, DOHC, 2.5L, 4-silinder, intercooled turbo.
Febri Ardani Nissan All-New NP300 Navara, sang penakluk Gunung Tambora, Kamis (2/4/2015).

Varian SL untuk segmen fleet dilengkapi berbagai fitur seperti Anti-lock Braking System, Electronic Brake Distribution, Traction Control System, Vehicle Dynamic Control, Hill Start Assist, Hill Descent Control, dan Dual Air Bag. Kemampuan dasar didukung sistem gerak 2WD, 4H, dan 4LO. SL hanya tersedia versi transmisi manual 6-percepatan dengan pilihan tenaga 163 tk dan torsi 403 Nm.

Sementara VL merupakan varian tertinggi, memiliki semua kelengkapan SL ditambah Center Mirror with Compass, Automatic Dimming, 3D MID with TFT Screen, Spinal Support Seat with Electric 8-way Arrangement (driver seat), Leather Seat, Steering Wheel with Leather, Audio Steering Switchand Cruise Control, Touch screen head unit dengan Bluetooth Connectivity, dan Intelligent Key.

VL tersedia dalam dua pilihan transmisi, manual 6-percepatan dan matik 7-percepatan. Berdasarkan klaim spesifikasi, tipe ini memiliki tenaga tertinggi di antara semua pikap kabin ganda di Indonesia, yakni 190 tk dan 450 Nm.

SL M/T dijual dengan harga Rp 380 juta, sedangkan VL M/T Rp 415 juta dan VL A/T Rp 430 juta. Pilihan warna yang tersedia Brilliant Silver, Black Star, Solid White (tipe SL), Pearl White (tipe VL) dan Savanna Orange (tipe VL).

Antonius Andre Tjiu , Fotografer Kalimantan Terima Penghargaan di Dubai

kotabontang.net - Seperti mimpi. Itulah yang dirasakan Antonius Andre Tjiu, yang beberapa hari lalu berada di Dubai, untuk menerima penghargaan The Hamdan Bin Mohammed Bin Rashid Al Maktoum International Photography (HIPA) Awards 2014-2015 untuk peringkat 3 General Category.

Fotografer berperawakan subur warga keturunan Tionghoa ini merupakan orang asli Banua, Provinsi Kalimantan Selatan, yang menerima penghargaan Internasional karya fotografi di Dubai untuk perwakilan Indonesia. Bersama para fotografer dari beberapa negara di dunia, Rabu (18/3), Andre langsung menerima plakat penghargaan itu. 

Foto karya Andre yang mendapat penghargaan Internasional itu adalah foto tentang objek satwa yang menggambarkan seekor burung elang sedang bertengkar dengan seekor ular.

Ucapan selamat pun memenuhi akun facebook Andre dari teman-teman sesama fotografer, salah satunya dari Sofian Anwar yang menulis 'Pagi-pagi mendengar kabar baik...kembali satu lagi fotografer banua mengharumkan nama Indonesia dan Kalimantan Selatan, selamat buat Antonis Andre Tjiu atas prestasinya di HIPA 2015'. (*)